Jumat, 27 September 2013

GURINDAM 12 DAN MAKNA PER-BAIT

 Gurindam ini dinamakan Gurindam Dua Belas karena gurindam tersebut terdiri dari dua belas pasal. Hampir semua lariknya mempunyai rima yang sama dalam satu bait.

C.MAKNA SETIAP PASAL

Pasal Pertama (1) Gurindam 12Makna yang terkandung dalam Pasal Pertama

“ Memberi nasihat tentang agama (religius) ”

Barang siapa tiada memegang agama
Sekali-kali tiada boleh dibilang nama
·       Maksudnya adalah setiap manusia harus memiliki agama karena agama sangat penting bagi kehidupan manusia, orang yang tidak mempunyai agama akan buta arah menjalankan hidupnya.

Barang siapa mengenal yang empat
Maka yaitulah orang yang ma’rifat
  •  Untuk mencapai kesempurnaan didalam menjalani hidup, manusia harus mengenal empat zat yang menjadikan manusia mula-mula. 4 tersebut adalah syari’at, tarikat, hakikat dan makrifat.
Barang siapa mengenal Allah SWT
Suruh dan tegaknya tiada ia menyalah
  • Orang yang mengenal Allah SWT, harus melakukan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya, tidak akan melanggar aturannya
Barang siapa mengenal diri
Maka telah mengenal akan Tuhan yang bahri
  • Orang yang tidak beragama tidak akan memiliki identitas diri dan tidak akan dekat dengan Allah SWT.
Barang siapa mengenal dunia
Tahulah ia barang yang terpedaya
  • Kita dapat mengetahui kebesaran Allah lewat manusia, makhluk ciptaan-Nya yang paling sempurna. Manusia yang berorientasi pada kebahagiaan atau hanya mencari kebahagiaan di dunia saja, sebenarnya ia akan tertipu dan menyadarinya bahwa di dunia itu hanya sesaat
Barang siapa mengenal akhirat
Tahulah ia dunia mudharat
  • Di dunia ini kita hanya hidup sesaat, setelah kita wafat setiap manusia akan dimintakan pertanggung jawabannya di akhirat nanti.

Pasal Kedua (2) Gurindam 12
Makna Yang Terkandung dalam PasaL Kedua
“ menceritakan tentang orang – orang yang meninggalkan Sembahyang, Puasa, Zakat, dan Haji beserta akibatnya
Barang siapa mengenal yang tersebut
Tahulah ia makna takut
  • Semakin seorang dekat dan mengetahui tentang agamanya pasti manusia tersebut akan takut dan orang tersebut harus menjalani Perintah-perintah-Nya dan wajib kita laksanakan

Barang siapa meninggalkan sembahyang
Seperti rumah tiada bertiang
  • Orang yang tidak sembahyang bagaikan rumah yang tidak mempunyai tiang, shalat merupakan pegangan hidup.
Barang siapa meninggalkan puasa
Tidaklah mendapat dua termasa
  • Orang yang meninggalkan ibadah puasa akan kehilangan dunia dan akhirat, berarti Allah tidak akan menjaga orang itu.
Barang siapa meninggalkan zakat
Tiadalah hartanya beroleh berkat
  • Harta dari orang yang tidak membayar zakat tidak diridhai oleh Allah. Itupun jika di dunia hidupnya senang apabila tidak memberikan sebagian harta nya maka, hidupnya tidak akan terasa senang.
Barang siapa meninggalkan haji
Tiadalah ia menyempurnakan janji
  • Orang yang tidak naik haji (apalagi jika ia mampu) tidak menyempurnakan janjinya sebagai orang Islam.

Pasal Ketiga (3) Gurindam 12Makna yang terkandung dalam Pasal Ketiga
“ tentang budi pekerti, yaitu menahan kata-kata yang tidak perlu dan makan seperlunya ”

Apabila terpelihara mata
Sedikitlah cita-cita
  • Mata harus di pergunakan sebaik-baiknya jangan sampai kita meliahat apa yang dilarang oleh allah swt
Apabila terpelihara kuping
Khabar yang jahat tiadalah damping
  • Telinga harus dijauhkan dari segala macam bentuk gunjingan dan hasutan
Apabila terpelihara lidah
Niscaya dapat daripadanya faedah
  • Orang yang menjaga omongannya akan mendapatkan manfaat.
Bersungguh-sungguh engkau memeliharakan tangan
Daripada segala berat dan ringan
  • Jangan mengambil barang yang bukan hak kita
Apabila perut terlalu penuh
Keluarlah fi’il yang tidak senonoh
  • Nafsu harus dijaga supaya tidak melakukan perbuatan yang dilarang
Anggota tengah hendaklah ingat
Di situlah banyak orang yang hilang semangat
  • Hidup harus dijalani penuh semangat
Hendaklah peliharakan kaki
Daripada berjalan yang membawa rugi
  • Jangan merugikan diri dengan melakukan hal-hal yang mubajir dan maksiat. Melangkahlah dijalan yang benar dan di ridhoi

Pasal keempat (4) Gurindam 12
Makna yang terkandung dalam Pasal Keempat
tentang tabiat yang mulia, yang muncul dari hati (nurani) dan akal pikiran (budi) ”

Hati itu kerajaan di dalam tubuh
Jikalau zalim segala anggota tubuh pun rubuh
  • Jagalah hati dari perbuatan yang di larang oleh agama

Apabila dengki sudah bertanah
Datanglah daripadanya beberapa anak panah
  • Hati yang dengki hanya akan merugikan diri sendiri
Mengumpat dam memuji hendaklah pikir
Di situlah banyak orang yang tergelincir
  • Berbicara harus dipikir supaya tidak celaka karenanya
Pekerjaan marah jangan dibela
Nanti hilang akal di kepala
  • Amarah adalah perbuatan sia-sia, jaga lah amarah kita
Jika sedikitpun berbuat bohong
Boleh diumpamakan mulutnya itu pekung
  • Orang yang pernah berbohong, sedikit apa pun dustanya, akan terus tampak di mata orang lain
Tanda orang yang amat celaka
Aib dirinya tiada ia sangka
  • Orang yang paling celaka adalah orang yang tidak menyadari kesalahannya sendiri sampai harus dikatakan oleh orang lain
Bakhil jangan diberi singgah
Itulah perompak yang amat gagah
  • Sifat pelit akan menguras hartanya sendiri, berarti dengan menjadi dermawan justru harta kita akan bertambah
Barang siapa yang sudah besar
Janganlah kelakuannya membuat kasar
  • Jagalah setiap perbuatan kita
Barang siapa perkataan kotor
Mulutnya itu umpama ketor
  • Kelakuan dan kata-kata hendaklah selalu halus dan bersih.
Di manakah salah diri
Jika tidak orang lain yang berperi
  • Jika kita berbuat kesalahan kita harus minta maaf
Pekerjaan takbur jangan direpih
Sebelum mati didapat juga sepih
  • Jangan mengambil pekerjaan yang haram

Pasal Kelima (5) Gurindam 12
Makna yang Terkandung dalam Pasak Kelima
“ tentang pentingnya pendidikan dan memperluas pergaulan dengan kaum terpelajar ”
Jika hendak mengenal orang berbangsa
Lihat kepada budi dan bahasa
  •  Orang yang mulia dan berbangsa dapat kita lihat dari perilaku dan tutur katanya
Jika hendak mengenal orang yang berbahagia
Sangat memeliharakan yang sia-sia
  • Orang yang bahagia adalah orang yang berhemat dan tidak melakukan perbuatan yang sia-sia
Jika hendak mengenal orang mulia
Lihatlah kepada kelakuan dia
  • Untuk mengetahui apakah orang itu mulia maka lihatlah sikapnya

Jika hendak mengenal orang yang berilmu
Bertanya dan belajar tiadalah jemu
  • Orang yang pandai tidak pernah jemu untuk belajar dan memetik pelajaran dari hidupnya di dunia
Jika hendak mengenal orang yang berakal
Di dalam dunia mengambil bekal
  • Orang yang berakal adalah orang yang teleh mempersipkan bekal waktu hidp di dunia ini
Jika hendak mengenal orang yang baik perangai
Lihat pada ketika bercampur dengan orang ramai
  • Jika ingin mengetahui sift baik dari seseorang maka lihatlah saat di bergaul dengan masyarakat

Pasal Keenam (6) Gurindam 12
Makna Yang Terkandung dalam Pasal Keenam
“ tentang pergaulan, yang menyarankan untuk mencari sahabat yang baik, demikian pula guru sejati yang dapat mengajarkan mana yang baik dan buruk ”

Cahari olehmu akan sahabat
Yang boleh dijadikan obat
  • sahabat yang setia dan dapat membantu kita
Cahari olehmu akan guru
Yang boleh tahukan tiap seteru
  • Carilah guru yang serba tahu dan tidak menyembunyikan hal-hal buruk
Cahari olehmu akan isteri
Yang boleh menyerahkan diri
  • Istri yang patut diambil adalah istri yang berbakti
Cahari olehmu akan kawan
Pilih segala orang yang setiawan
  • Carilah teman yang setia diasaat kita senang maupun susah
Cahari olehmu akan abdi
Yang ada baik sedikit budi
  • Pengikut, pembantu, budak yang baik untuk diambil adalah abdi yang berbudi.

Pasal Ketujuh (7) Gurindam 12
Makna yang terkandung dalam Pasal Ketujuh
 “ berisi nasihat agar orang tua membangun akhlak dan budi pekerti anak-anaknya sejak kecil dengan sebaik mungkin. Jika tidak, kelak orang tua yang akan repot sendiri

Apabila banyak berkata-kata
Di situlah jalan masuk dusta
  • Orang yang banyak bicara memperbesar kemungkinan berdusta
Apabila banyak berlebih-lebihan suka
Itu tanda hampirkan duka
  • Terlalu mengharapkan sesuatu akan menimbulkan kekecewaan yang mendalam saat sesuatu itu tidak seperti yang diharapkan
Apabila kita kurang siasat
Itulah tanda pekerjaan hendak sesat
  • Setiap pekerjaan harus ada persiapannya
Apabila anak tidak dilatih
Jika besar bapanya letih
  • Anak yang tidak di didik semasa kecilnya akan menyebabkan saat anak itu sudah tumbuh dewasa akan membangkan orang tua
Apabila banyak mencacat orang
Itulah tanda dirinya kurang
  • Jangan suka menghina orang lain
Apabila orang yang banyak tidur
Sia-sia sajalah umur
  • Pergunakan lah waktu sebaik-baiknya
Apabila mendengar akan kabar
Menerimanya itu hendaklah sabar
  • Jika menerima kabar duka atau kabar yang kurang menyenangkan maka kita harus sabar dan menerima dengan lapang dada
Apabila mendengar akan aduan
Membicarakannya itu hendaklah cemburuan
  • Jangan mudah terpengaruh akan omongan orang lain

Apabila perkataan yang lemah lembut
Lekaslah segala orang mengikut
  • Perkataan yang lemah-lembut akan lebih didengar orang daripada perkataan yang kasar
Apabila perkataan yang amat kasar
Lekaslah orang sekalian gusar
  • Perkataan orang yang kasar membuat orang yang berada didekatnya resah
Apabila pekerjaan yang amat benar
Tidak boleh orang berbuat onar
  • Orang yang benar jangan disalahkan (difitnah atau dikambinghitamkan).

P asal Kedelapan (8) Gurindam 12Makna yang Terkandung dalam Pasal Kedelapan  
“ berisi nasihat agar orang tidak percaya pada orang yang culas dan tidak berprasangka buruk terhadap seseorang ”

Barang siapa khianat akan dirinya
Apalagi kepada lainnya
  • Orang yang ingkar dan aniaya terhadap dirinya sendiri tidak dapat dipercaya
Kepada dirinya ia aniaya
Orang itu jangan engkau percaya
  • jangan percaya terhadap orang yang suka menganiyaya orang lain
Lidah suka membenarkan dirinya
Daripada yang lain dapat kesalahannya
  • Jangan suka menyalahkan orang lain, dan mengganggpa bahwa diri kita paling benar
Daripada memuji diri hendaklah sabar
Biar daripada orang datangnya kabar
  • Pujian tidak usah dibuat sendiri tapi tunggulah datangnya dari orang lain
Orang yang suka menampakkan jasa
Setengah daripadanya syirik mengaku kuasa
  • Jangan menginginkan imbalan dari setiap jasa yang telah kita perbuat
Kejahatan diri disembunyikan
Kebajikan diri diamkan
  • Sifat-sifat jelek dalam diri kita jangan ditampakkan, begitu pula kebaikan-kebaikan yang telah kita perbuat
Ke’aiban orang jangan dibuka
Ke’aiban diri hendaklah sangka
  • Jangan membuka aib atau keburukan dari orang lain, kesalahan diri sendiri harus disadar
Pasal ke Sembilan (9) Gurindam 12Makna Yang Terkandung dalam Pasal Kesembilan

 berisi nasihat tentang moral pergaulan pria wanita dan tentang pendidikan. Hendaknya dalam pergaulan antara pria wanita ada pengendalian diri dan setiap orang selalu rajin beribadah agar kuat imannya ”

Tahu pekerjaan tak baik tetapi dikerjakan
Bukannya manusia yaitulah syaitan
  • Manusia yang sudah mengetahui bahwa pekerjaan yang di larang oleh allah swt, maka manusia tersebut tidak dapat di katakan manusia
Kejahatan seorang perempuan tua
Itulah iblis punya penggawa
  • Kejahatan seorang perempuan tua bagaikan pimpinan setan
Kepada segala hamba-hamba raja
Di situlah syaitan tempatnya manja
  • Jangan engkau tergoda akan kekayaan pada raja
Kebanyakan orang yang muda-muda
Di situlah syaitan tempat bergoda
  • Semasa muda jagalah iman kita jangan sampai tergoda oleh rayuan setan

Perkumpulan laki-laki dengan perempuan
Di situlah syaitan punya jamuan
  • Jika terdapat seorang lelaki dan seorang perempuan maka disitu pulalah setan berada untuk menggangu iman orang tersebut
Adapun orang tua yang hemat
Syaitan tak suka membuat sahabat
  • Orang yang semasa mudanya tidak menyia-nyiakan waktu dan selalu melangkah di jalan allah swt, maka setan akan menjauhi orang tersebut
Jika orang muda kuat berguru
Dengan syaitan jadi berseteru
  • orang muda yang gemar belajar dijauhi oleh setan.

Pasal ke Sepuluh (10) Gurindam 12Makna yang Terkandung dalam Pasal Kesepuluh

 berisi nasihat keagamaan dan budi pekerti, yaitu kewajiban anak untuk menghormati orang tuanya ”

Dengan bapa
k jangan durhaka
Supaya Allah tidak murka
  • Jangan durharka terhadap bapa

Dengan ibu hendaklah hormat
Supaya badan dapat selamat
  • Setiap anak harus hormat dan patuh terhadap ibunya karena surga di telapak kaki ibu dan ibu mempertaruhkan nyawanya untuk melahirkan anaknya
Dengan anak janganlah lalai
Supaya boleh naik ke tengah balai
  • Jagalah anak karena anak merupakan titipan tuhan
Dengan kawan hendaklah adil
Supaya tangannya jadi kapil
  • Bersikap adilah sesama teman


Senin, 16 September 2013

www.youtube.com/watch?v=wSFB2ytWJLQ
Perempuan Cantik dan Nenek Misterius Penunggu Gunung Salak

Maaf yah, gw sebenernya repost bgt ini. Cuma mau share aja bacaan - bacaan yang mwnurut gw menarik dan patut untuk kalian ketahui. Langsung aja ya........


Anda pasti masih mengingat dengan jelas jatuhnya pesawat Sukhoi di area gunung Salak beberapa waktu yang lalu.. Nah dibalik musibah jatuhnya pesawat tersebut, ternyata ada secuil kisah mistis yang dialami oleh beberapa regu penyelamat yang ikut dalam proses evakuasi pesawat tersebut. Beberpa kejadian aneh yang dialami oleh tim SAR diantaranya adalah tersesat karena memetik bunga hingga bersenggama (**Maaf) dengan perempuan cantik.Salah seorang yang ikut serta dalam tim pencarian menceritakan pengalaman mistisnya saat berada di pegunungan tersebut. Pada sabtu dini hari, tanggal 12 mei lalu, ia dan teman-teman tim SAR lainnya bermimpi aneh saat sedang tidur pulas untuk beristirahat.
“Kami mimpi basah secara bersamaan,” menurutnya.
Ia melanjutkan ceritanya, yang cukup mengejutkan adalah, mimpi yang dialami oleh dirinya dan rekan-rekannya cukup sama. Awalnya mereka bermimpi bertemu dan di sambut oleh sorang wanita yang cantik yang rumanya berada di puncak gunung tersebut. Kemudian perempuan tersebut memberikan mereka air minum saat beristirahat.
Tak beberapa lama, perempuan tadi meminta mereka untuk beristirahat. Tapi yang lebih mengejutkan adalah ternyata dirumah tersebut ada banyak perempuan cantik lainnya dan menyambut kehadiran mereka. Setelah itu, perempuan-perempuan cantik tadi (**Maaf) mencumbu mereka bagaikan pasangan suami istri.
Namun ia mengaku tak kaget atas mimpi dan peristiwa yang dialami oleh dirinya dan rekan-rekannya tersebut karena Gunung Salak memang terkenal dengan kisak magisnya.
Cerita magis lain juga dituturkan oleh pendaki yang ikut menjelajahi gunung salak untuk proses evakuasi. Menurutnya, sebelum ia mendaki gunung tersebut, para masyarakat banyak memberikan wejangan dan larangan apa yang harus di jauhi oleh para pendaki.
Ia mengaku menghiraukan salah satu apa yang dipesankan oleh penduduk setempat yaitu mengambil bunga anggrek saat mendaki gunung.. Maklum saja katanya, di gunung salak, ada banyak bunga anggrek yang cantik dan indah.
Namun apa kemudian yang terjadi.. dia dan regunya tersesat saat akan pulang. Sepanjang hari mereka tersesat dan terus berputar-putar di lokasi yang sama di gunung salak hingga malam hari.
Ia kemudian menyimpan bunga anggrek tersebut di satu tempat khusus kemudian ia dan timnya menjalankan kewajiban shalat Isya. Setelah shalat, timnya terus melakukan cara untuk perjalanan pulang. Dan akhirnya mereka berhasil menemukannya.
“Ternyata jalan pulang hanya ditutupi ranting padahal kami sudah beberapa kali lewat di depan ranting itu,” tuturnya seraya menggeleng kepala.
Kisah magis lainnya juga ia tuturkan dimana ia bertemu dengan seorang perempuan yang sudah tua renta yang umurnya diperkirakan 80 tahunan tepat berada di puncak gunung tersebut. Perempuan renta tersebut berjalan sendiri di sebuah padang rumput di pegunungan tersebut sendirian dan hanya dengan mengenakan pakauan tipis.
Saat ia dan timnya menanyakan kepada nenek tersebut mau kemana, nenek tersebut menjawab ia hanya jalan jalan.
 “Kami tanya mau ke mana Nek, dia bilang hanya jalan-jalan,” kata dia menirukan pernyataan nenek tersebut.
Ketika ia dan timnya menanyakan kepada perempuan tua tersebut tempat tinggalnya. Wanita tua tersebut menjawab singkat, “Di sini Nak.”. Tim pun menawarkan untuk mengajak nenek tersebut untuk turun ke kaki gunung, namun nenek tersebut menolaknya. Perempuan tua tersebut kemudian mengatakan “Saya senang di sini karena ramai bila malam, mereka sering kasih saya makan,” tanpa memberitahu siapa mereka yang dimaksud.
Yang lebih mengherankan adalah, nenek tersebut berbicara dengan logat jawa yang kental padahal sebagian besar penduduk yang tinggal di kaki gunung salak menggunakan bahasa sunda.
Ia dan timnya pun meninggalkan nenek itu sendirian di puncak gunung salak.

Jumat, 13 September 2013

BELAJAR SEJARAH YUK...

Berhubung mau ulangan sejarah, bagi bagiin aja deh 'sedikit' dari materi yang gw pelajarin ;)

A. Maklumat Wakil Presiden no X 16 Oktober 1945
     Isinya : 
     Dalam kurun waktu 1945-1950, UUD 1945 tidak dapat dilaksanakan sepenuhnya karena Indonesia sedang disibukkan dengan perjuangan mempertahankan kemerdekaan. Maklumat Wakil Presiden Nomor X pada tanggal 16 Oktober 1945 memutuskan bahwa KNIP diserahi kekuasaan legislatif, karena MPR dan DPR belum terbentuk. Tanggal 14 November 1945 dibentuk Kabinet Semi-Presidensial ("Semi-Parlementer") yang pertama, sehingga peristiwa ini merupakan perubahan sistem pemerintahan agar dianggap lebih demokratis.


B. Maklumat 3 November 1945
    Isinya:
    Pengumuman pemerintah RI yang memuat anjuran pembentukan partai-partai politik dengan ketentuan bahwa partai-partai tersebut harus turut serta memperhebat perjuangan RI. Maklumat dikeluarkan sebagai tanggapan atas usul Badan Pekerja KNIP kepada pemerintah. Diumumkan di Jakarta oleh Wakil Presiden Mohammad Hatta.
Maklumat 3 November 1945 atau Maklumat No. X ini dikeluarkan pada tanggal 3 November 1945 oleh Wakil Presiden Mohammad Hatta di Jakarta. Karena daftar urutan maklumat wakil presiden tidak dibawa ole Mr. Gafar (sekretaris negara), untuk sementara nomor urut itu tidak diisi, dan hanya ditulis Maklumat Wakil Presiden No.X untuk kemudian diganti dengan urutan yang sebenarnya. Tetapi pihak sekretaris negara tidak mengganti nomor urutnya, sehingga maklumat tersebut dapat disebut juga Maklumat No. X.
Dengan dikeluarkannya maklumat ini, pemerintah menginginkan timbulnya partaipartai politik akan dapat dipimpin kerja sama yang teratur dengan segala aliran yang ada dalam masyarakat. Pemerintah berharap supaya partai-partai politik telah dapat tersusun sebelum dilangsungkannya pemilihan anggota badan-badan perwakilan rakyat pada bulan Januari 1946. Dengan dasar ini kemudian berdiri berbagai partai politik, baik yang meneruskan partai politik yang telah ada sejak jaman penjajahan Belanda dan jaman pendudukan Jepang, maupun partai politik yang baru akan berdiri.

c. Maklumat Pemerintah no.14 Nov. 1946
    Tanggal 11 November 1945 BP-KNIP mengeluarkan pengumuman Nomor 5 tentang pertanggungjawaban Materi Kepada Perwakilan Rakyat. Dalam pemikiran saat itu, KNIP diartikan sebagai MPR. Sementara itu, BP-KNIP disamakan dengan DPR. Jika demikian, secara tidak langsung BP-KNIP dengan mengeluarkan Pengumuman Nomor 5 telah meminta peralihan pertanggungjawaban menteri-menteri dan Presiden BP-KNIP Anehnya, Presiden Sukarno menyetujui usul tersebut dan mengeluarkan Maklumat Pemerintah Tanggal 14 November 1945. dengan persetujuan tersebut sistem cabinet presidensial dalam UUD 1945 telah diamandemen menjadi sistem cabinet parlementer. Ini terbukti setelah BP-KNIP mencalonkan Sutan Syahrir sebagai perdana menteri. Akhirnya, cabinet presidensial Sukarno-Hatta jatuh dan digantikan oleh kabinet parlementer dengan Sutan Syahrir sebagai perdana menteri pertama. Kejadian ini adalah awal penyimpangan UUd 1945 dalam Negara Republik Indonesia.